A Beginner's Guide to Taiwanese Temples: Praying and Moon Blocks
Learn the correct order to pray, how to throw moon blocks (Bwa Bwei), and how to ask for an oracle poem at any Taiwanese temple.
TL;DR / Ringkasan
Learn the correct order to pray, how to throw moon blocks (Bwa Bwei), and how to ask for an oracle poem at any Taiwanese temple.
Kuil-kuil di Taiwan bukanlah tempat yang sepi dan muram. Kuil adalah pusat komunitas yang semarak, dipenuhi dengan asap dupa, nyanyian doa, dan suara benturan balok kayu yang jatuh ke lantai. Mengunjungi kuil adalah pengalaman budaya yang mendalam, tetapi banyaknya dewa, dupa, dan aturan tak tertulis mungkin bisa membuat bingung pengunjung baru.
Berikut adalah panduan pemula Anda untuk bernavigasi di dalam kuil Taiwan tanpa menyinggung para dewa (atau penduduk setempat).
Langkah 1: Memasuki Kuil
Pintu Naga dan Harimau Selalu masuk melalui "Pintu Naga" (berada di sisi kanan Anda saat menghadap kuil) dan keluar melalui "Pintu Harimau" (di sisi kiri Anda). Mengapa? Karena naga melambangkan keberuntungan, dan Anda pasti ingin masuk dengan membawa keberuntungan lalu menghindari berjalan masuk "ke dalam mulut harimau". Selain itu, jangan pernah menginjak ambang pintu kayu; melangkahlah melewatinya.
Langkah 2: Urutan Berdoa
Sebagian besar kuil memiliki urutan tertentu, yang biasanya ditandai dengan angka pada tempat pembakaran dupa (hiolo).
- Dewa Langit (Tiangong/Kaisar Giok): Biasanya, hiolo pertama menghadap ke luar menuju langit. Anda berdoa ke arah surga terlebih dahulu.
- Dewa Utama: Selanjutnya, berbaliklah ke dalam dan berdoalah kepada dewa utama kuil (terletak di bagian paling tengah).
- Dewa Pendamping: Terakhir, pindah ke aula samping, biasanya dimulai dari sisi kanan (dari sudut pandang Anda melihat ke dalam) ke sisi kiri.
Apa yang harus diucapkan: Di dalam hati, sebutkan nama Anda, tanggal lahir (kalender lunar lebih baik, tetapi kalender masehi/biasa juga bisa), alamat saat ini, dan keinginan atau pertanyaan Anda.
Langkah 3: Bwa Bwei / Poa Poe (Melempar Blok Kayu)
Jika Anda memiliki pertanyaan khusus untuk para penguasa kuil, Anda harus menggunakan "Jiao" (Poa Poe). Ini adalah dua potong kayu berbentuk bulan sabit, melengkung di satu sisi (yin) dan datar di sisi lainnya (yang).
Pegangeduanya dengan telapak tangan menyatu, sebutkan biodata diri Anda, dan ajukan pertanyaan "Ya atau Tidak" yang jelas. Kemudian jatuhkan ke lantai:
- Satu datar, satu melengkung (Sheng Jiao): Jawabannya adalah YA (Disetujui).
- Kedua sisi datar menghadap ke atas (Xiao Jiao): Para dewa tertawa (jawabannya tidak jelas, pertanyaan ambigu, atau waktunya belum tepat).
- Kedua sisi melengkung menghadap ke atas (Yin Jiao): Jawabannya adalah TIDAK.
Langkah 4: Meminta Ramalan/Oracle (Qiu Qian)
Ingin meminta saran kehidupan?
- Tanyakan kepada dewa utama (via Poa Poe) apakah Mereka bersedia memberi Anda sebuah puisi ramalan. Anda harus mendapatkan lemparan "Ya" (Sheng Jiao) terlebih dahulu.
- Pergi ke tabung bambu yang berisi banyak batang bambu panjang bernomor (Ciam Si). Kocok tabung tersebut sampai ada satu batang yang posisinya menjulang lebih tinggi dari yang lain, atau tarik saja salah satunya. Ingat angka yang tertera.
- Lempar balok kayu lagi dan tanyakan: "Apakah nomor X ini benar?" Anda biasanya harus mendapatkan lemparan "Ya" tiga kali berturut-turut untuk memastikannya. Jika gagal, kembalikan batangnya dan mulai kocok lagi.
- Setelah dikonfirmasi, pergilah ke laci kayu di dinding dan tarik secarik kertas yang nomornya sesuai dengan batang bambu Anda.
Tips Pro: Banyak kuil besar (seperti Kuil Lungshan) memiliki relawan berbahasa Inggris yang bersedia membantu Anda menerjemahkan puisi Cina kuno tersebut menjadi saran praktis untuk kehidupan modern Anda!