Temples & Presidents: An Old Taipei Walking Tour
From the incense of Longshan Temple to the grandeur of the Presidential Office. A journey through Qing Dynasty and Japanese Colonial Taipei.
TL;DR / Ringkasan
From the incense of Longshan Temple to the grandeur of the Presidential Office. A journey through Qing Dynasty and Japanese Colonial Taipei.
Taipei lebih dari sekadar gedung pencakar langit. Di Distrik Barat, Anda bisa melihat lintasan sejarah 300 tahun kota ini.
Rute jalan kaki ini akan membawa Anda melintasi waktu, dari pusat kepercayaan Dinasti Qing hingga jantung kekuasaan selama era kolonial Jepang, dan akhirnya menyaksikan perkembangan demokrasi modern.
1. Kuil Longshan Bangka: Titik Awal Spiritual Taipei
"Pertama Tainan, kedua Lukang, ketiga Bangka"—Wanhua (Bangka) adalah daerah yang paling awal dikembangkan di Taipei. Dibangun pada tahun 1738, Kuil Longshan bukan hanya pusat kepercayaan tetapi juga pusat komando lokal.
Sorotan Geowisata
- Tata Letak Berbentuk Hui: Tata letak kuil tradisional dan bergengsi, terpelihara dengan sempurna.
- Pilar Naga Perunggu: Aula depan menampilkan pilar naga perunggu, unik di seluruh Taiwan.
- "Orang Asing Mengangkat Atap": Carilah patung-patung menarik di bawah atap dan di atas pembakar dupa—tampilan humor dan kecerdikan dalam arsitektur kuil Taiwan.
- Doa yang Tulus: Lebih dari seratus dewa diabadikan di sini. Apakah Anda mencari kedamaian, hubungan asmara (Orang Tua di Bawah Bulan sangat terkenal), atau kesuksesan akademis, tempat ini dapat memenuhi kebutuhan Anda.
2. Kantor Kepresidenan: Simbol Kekuasaan
Meninggalkan Wanhua, kita tiba di Distrik Zhongzheng. Bangunan merah putih ini telah menjadi simbol kekuasaan tertinggi di Taiwan sejak selesai dibangun pada tahun 1919.
- Gaya Arsitektur: Ini adalah bangunan lima lantai dengan gaya Renaisans Akhir, dengan menara pusat setinggi 60 meter, memancarkan semangat yang agung. Bangunan ini berfungsi sebagai "Kantor Gubernur Jenderal" selama era kolonial Jepang dan telah menyaksikan satu abad perubahan politik di Taiwan.
- Tips Berkunjung: Biasanya terbuka untuk tur pada pagi hari kerja (diperlukan identifikasi). Masuklah ke bangunan bersejarah ini dan rasakan suasana khidmatnya.
- Boulevard Ketagalan: Jalan utama di depan Kantor Kepresidenan ini telah menyaksikan gerakan demokrasi yang tak terhitung jumlahnya.
3. Balai Peringatan CKS: Alun-alun Demokrasi
Bangunan megah dengan atap biru dan dinding putih ini dibangun untuk mengenang Presiden Chiang Kai-shek. Saat ini, lebih berfungsi sebagai taman rekreasi bagi warga dan pusat budaya serta seni.
- Liberty Square (Alun-alun Kebebasan): Gerbang lengkung dan alun-alun besar adalah tempat untuk acara dan pertemuan berskala besar.
- Teater & Gedung Konser Nasional: Terletak di kedua sisi Balai Peringatan, ini adalah aula seni tertinggi di Taiwan, dibangun dengan gaya arsitektur istana tradisional Tiongkok.
- Pergantian Penjaga: Upacara pergantian penjaga setiap jam disinkronkan dengan sempurna dan selalu menarik banyak wisatawan.
4. Klaster Budaya: Kelahiran Kembali Pabrik Tua dan Asrama Jepang
Untuk merasakan vitalitas budaya modern Taipei, memperluas perjalanan Anda dari Balai Peringatan CKS ke klaster budaya dan kreatif terdekat adalah pilihan yang sangat baik. Daerah-daerah ini berhasil mengubah warisan industri dan asrama era Jepang menjadi basis kreatif untuk kaum muda:
- Taman Kreatif Huashan 1914: Dulunya merupakan kilang anggur "Fangniang" milik Jepang. Sekarang dipenuhi dengan toko indie, bioskop arthouse, dan berbagai pameran pop-up, menjadikannya tempat nongkrong akhir pekan paling populer di Taipei.
- Taman Budaya dan Kreatif Songshan (Songyan): Pernah menjadi pabrik tembakau modern pertama di Taiwan. Di luar Toko Eslite Spectrum Songyan, gudang-gudang tua di sekitarnya telah dialihfungsikan menjadi ruang pameran seni dan taman bergaya Barok.
- Area Wen-Ro-Ting: Lingkungan yang saling terkait oleh Jl. Wenzhou, Jl. Roosevelt, dan Jl. Tingzhou. Tempat ini menyembunyikan kepadatan tertinggi toko buku independen, tempat musik live bawah tanah, dan kafe di Taiwan. Ini adalah rute jalan kaki rahasia paling "hipster" (Wenqing) di Taipei.
Wawasan Pengguna Nyata
Berdasarkan ulasan pelancong dari Google Maps selama 6 bulan terakhir, berikut adalah beberapa saran dari penduduk setempat untuk kunjungan Anda:
- Tentang Orang Tua di Bawah Bulan (Yue Lao): Banyak anak muda setempat dan turis datang khusus untuk benang merah. Jika Anda sedang mencari pasangan, ingatlah untuk menyembah dewa-dewa utama secara berurutan terlebih dahulu sebelum pergi ke Orang Tua di Bawah Bulan; ini adalah etika dasar.
- Titik Foto Tersembunyi: Air terjun buatan dan kolam koi di pintu masuk adalah tempat berfoto yang bagus. Selain itu, Kuil Longshan di malam hari memiliki suasana yang lebih khidmat setelah lampu dinyalakan, menghindari panas siang hari, dan menawarkan pencahayaan yang lebih berlapis untuk foto.
- Menghindari Keramaian: Jika Anda ingin menghindari keramaian yang ekstrem, hindari hari ke-1 dan ke-15 penanggalan lunar, karena ini adalah hari-hari besar bagi jamaah untuk memberikan penghormatan.
- Pantangan Kuil: Saat masuk dan keluar dari pintu kuil, pastikan untuk melangkahi ambang pintu; jangan pernah menginjak ambang pintu, karena ini dianggap tidak sopan kepada para dewa.
Menyusuri rute ini, Anda akan menemukan betapa inklusifnya kota Taipei. Era yang berbeda, kepercayaan yang berbeda, dan kelompok etnis yang berbeda semuanya telah meninggalkan jejak yang dalam di sini.