
Jiufen Without the Crowd: A Night Guide
The tour buses leave at 7 PM. That's when the magic—and the ghosts—come out.
TL;DR / Ringkasan
The tour buses leave at 7 PM. That's when the magic—and the ghosts—come out.
Jiufen Tanpa Lautan Manusia: Panduan Menjelajah Malam & Rahasia Pagi Hari
Jiufen tidak diragukan lagi sangatlah indah. Namun jujur saja, Jiufen di siang hari seringkali menjadi mimpi buruk yang membuat klaustrofobia.
Pada siang hari (terutama antara jam 11 pagi hingga 5 sore), ratusan bus wisata akan menurunkan ribuan turis dari seluruh dunia, dalam sekejap memenuhi Jalan Lama Jiufen (Jishan Street) yang sempit. Anda akan terdorong, terinjak, dan dihujani campuran aroma tahu bau, cumi bakar, serta berbagai macam parfum dan keringat. Pada saat-saat ini, berjalan dengan normal saja rasanya butuh perjuangan berat, boro-boro mau menikmati arsitektur atau garis pantai yang menakjubkan.
Namun pada pukul 7 malam, sebuah keajaiban pun terjadi. Bus-bus wisata mulai pergi meninggalkan area tersebut.
Berikut adalah strategi pamungkas tentang bagaimana cara Anda bisa "benar-benar" menikmati pesona desa pegunungan Jiufen ini.
Strategi: Balik Jadwal Harian Anda
Untuk melihat esensi utama dari Jiufen, Anda harus secara ketat menghindari jam-jam sibuk.
Strategi 1: Tibalah Lebih Lambat (Menikmati Sunset dan Jalan-Jalan Malam)
- 17:00 Tiba di Lokasi: Pada saat ini keramaian mulai mereda. Langsung pergi ke kedai teh (seperti A-Mei Tea House atau Skyline Tea House) dan rebut tempat duduk balkon luar dengan pemandangan terbaik.
- 18:00 Minum Teh Sambil Melihat Sunset: Pesanlah sepoci Teh Oolong Gunung Tinggi, dan seiring dengan aroma tehnya, saksikan matahari perlahan terbenam di Samudra Pasifik, mewarnai teluk menjadi jingga kemerahan.
- 19:30 - 20:00 Jalan-Jalan Malam: Para pedagang kaki lima dan toko-toko di jalanan tua akan mulai tutup pada jam ini. Namun di deretan tangga Jalan Shuqi yang paling terkenal, lampion-lampion merah akan tetap menyala. Di saat inilah, jalanan akan mendadak sepi melompong.
Sensasi Rasanya: Di jam-jam ajaib ini, Jiufen benar-benar menjelma menjadi dunia dari film Spirited Away. Tanpa adanya keramaian yang berisik, Anda bisa mendengar tiupan angin laut yang melintasi desa pegunungan tersebut. Anda bisa melihat kerlap-kerlip lampu kapal penangkap cumi di kejauhan di lautan yang gelap gulita. Kucing-kucing liar lokal pun bermunculan, menguasai tangga-tangga yang kini kosong. Jiufen pada saat itu terasa sedikit mencekam, sangat damai, dan auranya luar biasa cinematic.
Strategi 2: Menginap Semalam di Jiufen (Sangat Direkomendasikan)
Jika Anda menginginkan pengalaman yang paling ekstrem, pesanlah penginapan laut lokal (Minsu/B&B) di daerah sana.
- Hadiah Terbaiknya: Bangun pagi jam 6:30. Saat Anda keluar dari penginapan dan berjalan ke area kota lama, Anda akan mendapati bahwa Diri Anda adalah satu-satunya turis di desa ini. Kabut tipis pagi hari akan menyelimuti perbukitan, dan Anda bisa memotret undakan tangga lampion yang ikonik sepuasnya tanpa ada yang menghalangi. Keindahan sepi nan magis itu seratus persen sepadan dengan bermalam di sana.
Alternatif untuk Menghindari Keramaian (Mendaki Bukit)
Jika Anda tiba cukup awal di sore hari dan tidak ingin berdesak-desakan dengan pejalan kaki di jalanan lama, beralihlah ke arah pegunungan.
- Jalur Pendakian Gunung Keelung: Pintu masuk pendakian ini hanya berjarak 5 menit jalan kaki dari pintu masuk Jalan Lama Jiufen. Ini adalah jalur yang dipenuhi tangga-tangga tinggi dan lumayan menantang, butuh sekitar 45-60 menit untuk mencapai puncaknya. Di puncak, Anda akan dihadiahi pemandangan 360 derajat yang luar biasa yang bisa melihat keseluruhan desa Jiufen, Taman Ekologi Emas Jinguashi, dan garis pantai timur laut yang menakjubkan.
- Gunung Teko Tanpa Telinga (Teapot Mountain): Terletak berdekatan dengan daerah Jinguashi. Sedikit lebih menantang, tetapi bisa sangat memanjakan mata dengan pemandangan susunan formasi batuan besar yang unik berlatarkan laut luas.
Bagaimana Cara Memilih Kedai Teh dengan Pemandangan Terbaik?
- A-Mei Tea House: Ini adalah bangunan landmark yang paling terkenal, dikelilingi ciri khas arsitektur kayu dan lampion merah yang menawan. Interiornya sangat indah, tapi ada satu kelemahan besar: saat Anda sedang duduk menyicipi teh di dalam maka Anda tak bisa berfoto dengan latar luar bangunannya.
- Skyline Tea House: Bangunan ini tepat berhadapan dengan tangga milik A-Mei Tea House.
- Saran Orang Dalam: Pergilah ke Skyline Tea House, dan minta pemilik kedai untuk menempatkan Anda di balkon area terbuka (outdoor). Di sana Anda bisa menyesap teh sembari memandang, serta mengambil foto pemandangan penuh A-Mei Tea House dalam sudut pandang terluas tanpa halangan.
Moda Transportasi Kembali (Jika Tak Menginap)
Jika Anda hanya mengambil strategi nomor 1 dan membutuhkan transportasi untuk bergegas ke pusat kota Taipei, silahkan berjalan ke kawasan kantor Polisi Jiufen dan naiklah ke bus 965. Bus angkutan kota tersebut akan melintas sampai Stasiun Beimen, Ximending, dan juga wilayah Banqiao. 965 beroperasi relatif larut malam (selalu perhatikan bahwa jam operasi terkahir bus ini rata-rata jam 9 malam, tolong dicek berkala lewat situs/Aplikasi resminya).
Biasanya ada taksi yang mengantre tak jauh dari halte Bus. Akan tetapi, seringkali kalau mulai malam beberapa oknum supir menolak menyalakan meteran, mereka terbiasa menyebut ‘harga pas’ kepada turis asing menuju pusat Taipei City (tarif biasa dipatok antara 1000 hingga 1200 NTD atau New Taiwan Dollar).
Ingin melihat panduan atau keajaiban laut dan pegunungan lainnya sekitar area ini? Cobalah periksa artikel andalan kami soal Panduan Tur Harian Pantai Timur Laut di Luar Kota Besar Taipei.