Skip to main content
Dragon Boat Festival in Taiwan: Races, Zongzi, and the Great Debate
FestivalFoodCultureSummer

Dragon Boat Festival in Taiwan: Races, Zongzi, and the Great Debate

Everything you need to know about the summer Dragon Boat Festival, where to watch the races, and the difference between Northern and Southern rice dumplings.

Diterbitkan pada April 19, 2026

TL;DR / Ringkasan

Everything you need to know about the summer Dragon Boat Festival, where to watch the races, and the difference between Northern and Southern rice dumplings.

Hari ke-5 pada bulan ke-5 penanggalan lunar (biasanya bertepatan pada bulan Juni kalender Masehi) diperingati sebagai Festival Perahu Naga (Duanwu Festival atau Peh Cun). Di Taiwan, hari raya ini secara resmi menandakan datangnya hawa musim panas yang menyengat, dan hari ini dirayakan dengan semarak melalui serangkaian olahraga air yang seru, keyakinan cerita rakyat yang unik, dan tradisi mengonsumsi panganan nasi ketan (Bakcang) dalam jumlah yang luar biasa banyak.

Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang bagaimana sebuah festival kuno dirayakan secara modern di Taiwan saat ini.

1. Perlombaan Perahu Naga

Bagian yang paling mencolok secara visual dari festival ini tentu saja adalah pertandingan Perahu Naganya. Tim pendayung akan mendayung perahu dengan agresif mengikuti irama tabuhan drum/genderang yang berat. Mereka memusatkan tenaga dengan mendayung cepat menyusuri sungai di atas perahu panjang yang ramping, dihias meriah dengan pahatan patung kepala naga yang memesona di haluannya.

Di ujung depan setiap perahu, berdiri seorang "penangkap bendera (flag catcher)". Tepat ketika perahu naga akan bersinggungan membelah garis finis, para penangkap ini harus mencondongkan posisi beban tubuh separuh badannya jauh keluar merunduk ke atas permukaan air, dengan maksud menyabet / merampas sebuah bendera yang dipasang di atas pelampung botol di tengah sungai.

Lokasi terbaik untuk menonton balapan:

  • Taipei: Taman Tepi Sungai Dajia Riverside Park (sungai Keelung) secara rutin menjadi tuan rumah pertandingan internasional dengan skala peserta paling besar.
  • Lugang (Kabupaten Changhua): Kota tua bersejarah ini menggelar pertandingan unik bertajuk "balapan malam (night race)". Suasana tepian sungainya diiluminasi dengan dekorasi tata cahaya lampu LED festival yang indah, memberikan nilai romantis tambahan sembari membebaskan atlet pendayung dan penonton dari paparan ganasnya sinar matahari siang.

2. Perang Dingin "Zongzi/Bakcang": Kubu Utara vs Selatan

Anda mustahil telah merayakan Festival Perahu Naga tanpa menyantap satu buah Zongzi (Bakcang). Ia adalah makanan berisi ketan berbumbu yang dibentuk segitiga piramida dan direbus setelah dibungkus rapat dengan daun bambu besar. Namun, berhati-hatilah saat membawa topik ini: Orang Taiwan sampai hari ini masih "terbelah" argumennya dalam memperdebatkan dengan penuh kebanggaan mengenai wilayah provinsi mana yang sejatinya memiliki metode memasak Bakcang paling lezat.

  • Bakcang Utara (Northern Zongzi/北部粽): Beras ketan akan dioseng lebih dahulu di dalam kuali wok panas bersama kecap manis murni, daging babi, ebi (udang kering), dan kacang tanah sebelum bumbu dituang masuk, dibungkus daun bambu, untuk selanjutnya dimasukkan mesin "kukus" uap (steamer). Tekstur Mulut: Terasa lebih padat kenyal menggigit, setiap butir nasinya terasa berpisah dan tidak lembek, dengan penyerapan rasa rempah yang dalam. (Warga Taiwan selatan biasa menyindir resep Utara dengan ejekan kasar "3D Nasi Goreng").
  • Bakcang Selatan (Southern Zongzi/南部粽): Beras ketan dibiarkan mentah, dan bersama gumpalan isian mentah lainnya (seringkali memuat daging babi samcan tebal lemak, kuning telur bebek asin utuh, dan kacang berangan merah/chestnut), seluruh resep akan dijejalkan ke bungkusan daun lalu segelnya dililit kuat. Barulah ke semua buntelan kemasan itu dilempar ditenggelamkan total di dalam kuah air panas mendidih dan prosesnya adalah "direbus". Tekstur Mulut: Sangat empuk, becek berkuah, halus lumer, serta saling berikatan lengket. Biasanya sebelum disajikan, harus diurapi ditaburi taburan serbuk kacang giling tanah (peanut powder) dan dilumuri saus kental kecap manis-gurih pekat. (Para penduduk pihak Utara tanpa belas kasihan seringkali menyebut karya menu selatan ini sebatas "bubur berair yang terlalu matang").

Silakan Anda beli, icip dan rasakan lidah memihak tim sisi wilayah mana! Sebagai tambahan variasi sekunder, ada versi bakcang mini etnis Hakka atau juga kreasi bakcang penutup (Dessert Zongzi/Kee Cang) yang rasanya manis dan berisi pasta kacang merah.

3. Tradisi Nyeleneh Uji Nyali di Momen Siang Hari Bolong

Berdasarkan kalender pedoman kalender almanak petani lunar, titik momentum 5 bulan ke-5 diklasifikasikan sebagai hari di mana unsur energi spiritual berjenis "Yang" (maskulin/keras menembus/berapi-api/panas gahar) memapar merajai puncak tatanan galaksi dunia yang tertinggi. Atas dasar takhayul kebudayaan klasik itulah wajib dieksekusi beberapa perilaku kebiasaan sangat tidak lazim eksklusif dilaksanakan persis tepat ketika menginjak siang hari bolong di Pukul 12:00 Siang:

  • Telur Berdiri Pukul 12 Siang (Standing Eggs): Selama beberapa menit tepat di waktu tengah terik hari, daya energi medan tarik gravitasi gaya elektromagnetik bumi dipercaya tengah mencapai puncak keseimbangan absolutnya, yang memberikan anomali aneh bagi siapapun dapat mendirikan sebutir telur ayam mentah biasa agar dapat stabil menyeimbangkan posisinya langsung bertumpu dengan posisi ujung bagian moncong berdirinya di landasan pijak lantai datar rata tanpa terpelanting terguling. Siapapun pribadi yang entah bagaimana berhasil memberdirikan keseimbangan telurnya secara lurus tidak anjlok rubuh, niscaya akan diberkahi peruntungan nasib penuh mujur emas selama jangka putaran rotasi zodiak dua belas bulan penuh! Bersiap hadapi momen Anda sering menonton perlombaan balapan beramai-ramai event massal warga melakukan tantangan rekor pecahkan tantangan telor ini di sudut aspal trotoar beton di sepanjang blok tata kota distrik pinggir jalan!
  • Penyucian Mandi Air Pukul Siang (Noon Water/Wushi Shui): Segala rupa bentuk tetesan tirta volume cairan Air jernih murni yang dipanen dari ekstraksi sumber galian pori mata sumur galian atau hanya diputar mengalir sekadar keluar menembus rongga selang pelatuk keran pompa persis berbarengan di atas rentang zona pukul siang (12:00) dipersamakan dengan wujud air suci bermutu berdaya fungsi mengkalibrasi mengusir elemen guna kesialan penangkal roh hitam teluh pengganggu serta menangkal pageblug penyakit pandemi menjauh steril dari siklus usia raga satu putaran periode musim.

Mari persiapkan antusias sorak gembira Anda berkeringat penuh teriakan guna mendukung kemenangan kru prajurit petarung regu kemudi armada naga sampan favorit pilihan, sambil menutup senja melahap kenyang jumlah volume asupan konsumsi ratusan butir bungkus piramida bakcang lengket sampai tak henti-hentinya Anda kekenyangan total!

Artikel Terkait