Skip to main content
Cycling Chishang: The Golden Sea of Rice
NatureCyclingTaitung

Cycling Chishang: The Golden Sea of Rice

Riding the "Mr. Brown Avenue" without the crowds. When to see the golden harvest and where to find the Takeshi Kaneshiro tree.

Diterbitkan pada June 5, 2025

TL;DR / Ringkasan

Riding the "Mr. Brown Avenue" without the crowds. When to see the golden harvest and where to find the Takeshi Kaneshiro tree.

Chishang Mr. Brown Avenue: Bersepeda Melintasi Gelombang Padi Keemasan

Di jantung East Rift Valley di Taitung, terhampar sebuah jalan tanpa tiang listrik. Jalan ini membelah lurus hamparan sawah yang luas tanpa batas, mengarah langsung ke pegunungan di kejauhan. Inilah Mr. Brown Avenue (伯朗大道) yang terkenal.

Keindahan di sini terletak pada kemurniannya. Langit biru, perbukitan hijau, dan hamparan ladang hijau (atau bulir padi keemasan). Tidak ada bangunan yang tidak perlu, hanya kanvas alam yang murni.

Musim Terbaik untuk Berkunjung

  • Musim Padi Keemasan: Ini adalah saat yang paling indah.
    • Panen Pertama: Akhir Mei hingga Pertengahan Juni.
    • Panen Kedua: Akhir Oktober hingga Awal November.
  • Musim Gelombang Hijau: Maret-April dan Agustus-September. Dipenuhi warna hijau zamrud yang menyembuhkan sejauh mata memandang.

Panduan Rute Bersepeda

Area ini merupakan zona bebas kendaraan sepanjang tahun; Anda hanya bisa memasukinya dengan bersepeda atau berjalan kaki.

1. Titik Awal: Kolam Dapo (Dapo Pond)

Sangat disarankan untuk memarkir mobil di Kolam Dapo, di mana terdapat banyak toko penyewaan sepeda.

  • Saran Penyewaan: Jika Anda ingin bersantai sambil berburu foto indah, sepeda listrik roda empat adalah pilihan utama (dilengkapi dengan kanopi peneduh). Jika Anda ingin merasakan hembusan angin, sepeda tradisional adalah yang terbaik.

2. Mr. Brown Avenue (The Avenue)

  • Jalan lurus ini menjadi terkenal karena pernah menjadi lokasi syuting iklan Kopi Mr. Brown.
  • Landmark Bingkai Foto: Di pintu masuk terdapat landmark berupa bingkai foto berwarna putih, yang selalu dipenuhi antrean panjang. Sangat disarankan untuk langsung bersepeda lebih jauh ke dalam, pemandangannya bahkan lebih indah.

3. Pohon Takeshi Kaneshiro

  • Apa itu?: Sebuah pohon Bishop wood (Geni). Pohon ini menjadi viral setelah Takeshi Kaneshiro meminum teh di bawahnya dalam sebuah iklan maskapai penerbangan EVA Air.
  • Kondisi Saat Ini: Pernah tumbang akibat angin topan, setelah upaya penyelamatan kini pohon itu kembali berdiri tegak (meskipun ada sedikit perban di batangnya).
  • Sejujurnya: Sebenarnya, "Pohon Jolin Tsai" di dekatnya atau pohon-pohon tak bernama lainnya juga tak kalah indah, dan Anda tidak perlu mengantre untuk itu.

4. Paradise Road (Jalan Surga)

  • Jalan berkelok-kelok lain yang tegak lurus dengan Mr. Brown Avenue. Dinamakan Paradise Road karena liku-liku berbentuk huruf S yang seolah mengarah ke langit. Ekstensi visual di sini bahkan lebih kuat daripada di Mr. Brown Avenue, menjadikannya favorit para fotografer.

Kuliner Lokal: Chishang Lunchbox (Bento)

Setelah lelah bersepeda, Anda wajib memakan Chishang Bento (Kotak Makan Siang Chishang).

  • Chuan Mei Hang: Terletak di depan stasiun kereta, ini adalah bento peron (platform lunchbox) yang otentik.
  • Wu Tau Chishang Lunchbox Cultural Storyland: Anda bisa bersantap di dalam gerbong kereta yang sudah dipensiunkan, merasakan suasana retro yang khas.
  • Keistimewaan: Beras Chishang adalah beras kualitas paling premium di Taiwan, dengan tekstur yang wangi dan kenyal. Bahkan ketika bentonya sudah dingin, nasinya tetap lezat. Itulah kehebatan beras Chishang.

Di Chishang, waktu berjalan lebih lambat. Tolong simpan ponsel Anda (setelah asyik berfoto), dan gunakan mata Anda untuk merekam kelembutan tanah ini.

Ingin memperpanjang gaya hidup santai (slow living) ini hingga ke tepi laut? Bersepedalah ke arah selatan menuju Desa Seni Dulan, dan rasakan jiwa bohemian unik khas Pantai Timur.

Artikel Terkait